pfitimika.or.id

Visi Misi

PEWARTA FOTO INDONESIA

Melindungi dan Memperjuangkan Hak-Hak Pewarta Foto

Meningkatkan Kompetensi dan Profesionalitas

Memberikan Peningkatan Kesejahteraan Anggota

VISI MISI PEWARTA FOTO INDONESIA

PFI berdiri sebagai organisasi yang bisa memperjuangkan hak-hak kebebasan pers. Banyaknya kasus pelanggaran HAKI, tindakan kekerasan, intimidasi, hingga penganiayaan kepada pewarta foto
Pewarta Foto Indonesia (PFI) berdiri sebagai organisasi yang bisa memperjuangkan hak-hak kebebasan pers. Banyaknya kasus pelanggaran HAKI, tindakan kekerasan, intimidasi, hingga penganiayaan kepada pewarta foto menjadi salah satu persoalan yang mengilhami lahirnya organisasi ini. Untuk itu, PFI berupaya untuk mengawal setiap kasus-kasus yang menimpa anggotanya. PFI berkonsentrasi penuh dan menaruh perhatian serius terhadap hal-hal yang dianggap mengancam dan menggangu kinerja pewarta foto sebagai insan pers di Indonesia.
Setiap tahunnya, PFI rutin menggelar bermacam-macam kegiatan yang bisa menunjang kompetensi dan profesionalitas pewarta foto tanah air. Anugerah Pewarta Foto Indonesia (APFI) merupakan ajang tertinggi untuk mengapresiasi hasil karya cipta pewarta foto. Selain itu, pada tahun 2020, PFI menyelenggarakan Photojournalist Mentorship, sebuah pelatihan intensif dan pemberian grant personal photo project yang difungsikan sebagai salah satu sarana peningkatan skill pewarta foto muda, dan direncanakan akan diadakan setiap tahunnya. PFI juga sedang dalam tahap proses menjadi lembaga yang dapat mengeluarkan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), hal ini menjadi salah satu perhatian serius bagi organisasi, sebagai salah satu platform peningkatan kualitas pewarta foto yang dapat berkontribusi untuk masyarakat luas.

Sebagai satu-satunya organisasi legal yang memayungi jurnalis foto di Indonesia, PFI memiliki kewajiban untuk dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Setiap tahunnya PFI rutin menggelar kegiatan jurnalistik yang melibatkan anggotanya sebagai pembicara, pengajar, mentor, dan trainer. PFI juga berupaya supaya roda ekonomi organisasi, baik pusat maupun daerah, bisa tetap bergulir secara professional dan transparan.